Kamis, 18 Oktober 2012

Pengantar lingkungan




               Pelestarian Hutan



Hutan merupakan sarana yang penting untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Kerusakan hutan akan memberi dampak yang negatif bagi lingkungan, karena akan tercipta ketidakseimbangan dan ketidakharmonisan alam.
Hutan memiliki potensi ekonomi yang harus tetap dijaga dan perlunya pengendalian yang efektif agar potensi ekonomi tersebut tidak menimbulkan sesuatu yang negatif. Potensi hutan yang diambil tanpa mempedulikan lingkungan akan tercipta kerusakan hutan. Kerusakan hutan terjadi karena aktivitas manusia.
Untuk mencegah dan menolak terjadinya kerusakan hutan, maka diperlukan pelestarian hutan. Pelestarian hutan bertujuan untuk pengawetan kualitas lingkungan dan menciptakan iklim yang seimbang. Selain itu Pelestarian hutan memberikan manfaat ekonomi pada kawasan hutan itu sendiri dan daerah sekitarnya yakni daerah hilir. Lahan pertanian di daerah hilir akan terus berkembang tanpa perlu ragu akan kekurangan air dan tecipta pengairan (irigasi) yang baik dan secara langsung meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat.
Selain dalam potensi ekonomi, Pelestarian hutan  memberikan dampak luas terhadap peningkatan kualitas ekosistem (biotik dan atau fisik) lingkungan di dalam dan luar kawasan hutan. Sehingga tecipta keseimbangan alam dan makhluk hidup yang ada di hutan hidup sebagaimana mestinya
Ancaman yang dihadapi sekarang. Tentu sekarang ini sudah ada kerusakan yang terjadi. Salah satu ancaman dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan ini bisa jadi dari Perencanaan yang tidak tepat.
Dimana ada perencanaan Struktur pembangunan jalan dan sebagainya yang membelah kawasan hutan, justru akan menghasilkan kerusakan-kerusakan yang lebih parah. Untuk itu perlu langkah hati-hati dan penuh perhitungan pengambil kebijakan dalam mengambil sebuah kebijakan. Ancaman lainnya, pengambilan sumber daya alam yang berlebihan atau dengan cara merusak lingkungan. Ini adalah peran kita semua mengawasi hal itu agar jangan sampai terjadi.
Agar Potensi Ekonomi yang ada di Hutan tetap bisa dimanfaatkan dan pelestarian hutan tetap terlaksana, maka butuh sikap dan prilaku kita dalam hal ini. Hendaknya masyarakat memahami bahwa hutan merupakan kepentingan bersama bukan kepentingan sebagian orang. Sehingga mayarakat hendaknya ikut serta melalui hal-hal kecil dalam upaya pelestarian hutan.
Peran pemerintah diperlukan yaitu terciptanya keamanan hutan (melalui tugas polisi hutan) dan mengawasi kinerjanya secara baik dan terhindar dari hal-hal yang mengakibatkan kerusakan hutan. Serta menetapkan hukum yang tegas mengenai kejahatan di wilayah hutan.
Peran pemerintah juga diperlukan dalam memberi bimbingan bagi seluruh penduduk dan khususnya masyarakat sekitar hutan agar memahami dan pikiran masyarakat terbuka akan segala potensi hutan, dampak kerusakan hutan, serta upya pelestarian hutan. Dengan adanya pemahaman mayarakat akan hutan bisa memberikan kontribusi terhadap pelestarian hutan.

Usaha Pelestarian Hutan (Cara lain untuk melestarikan hutan)
            Keberadaan hutan sangat penting. Hutan merupakan tempat hidup berbagai jenis tubuhan dan hewan. Hutan juga merupakan penyeimbang alam dan paru-paru dunia. Saat ini jumlah hutan di dunia semakin berkurang. Manusia terus mengambil sumber daya yang ada dalam hutan. Bila hal ini dibiarkan terus maka hutan di dunai akan habis. Apa yang akan terjadi bila hutan habis? Bumi akan semakin panas dan tidak akan seimbang lagi.








            Manusia pun juga tidak bisa mendapatkan kayu dan lainnya lagi untuk kebutuhannya. Untuk itu menjaga hutan agar tetap lestari harus dilakukan.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kelestarian hutan. Beberapa kawasan hutan ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung, cagar alam dan suaka margasatwa. Jika hutan sudah ditetapkan menjadi hutan lindung, pohonnya tidak boleh ditebang. Cara lain untuk melestarikan hutan adalah sebagai berikut:

a. Tebang pilih
Tebang pilih dilakukan dengan memilih tanaman yang akan ditebang. Dipilih yang sudah tua. Penebangannya juga harus diberi jarak. Tidak satu lokasi ditebang semua.
b. Tebang tanam
Tebang tanam artinya setelah dilakukan penebangan pohon di hutan selalu diiringi dengan penanaman pohon baru. Dengan demikian kelestarian hutan tetap terjaga.
c. Mencegah penebangan liar
Penebangan liar sering dikenal dengan istilah illegal logging. Saat ini kasus penebangan liar semakin parah. Hutan-hutan di negara kita semakin menyempit. Untuk itu pengawasan harus dilakukan secara ketat. Pelaku penebangan liar juga harus dihukum karena telah merugikan negara.
d. Melakukan penghijauan
Penghijauan atau reboisasi merupakan upaya penanaman kembali hutan yang sudah gundul. Reboisasi sangat penting untuk mencegah kerusakan hutan dan bencana banjir dan tanah longosor


Rabu, 20 Juni 2012

INFLASI


INFLASI

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi).

Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri.
Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali(Hiperinflasi).
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
1.                   Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2.                  Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3.                  Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4.                  Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

Dampak negatif dari Inflasi adalah menyebabkan barang-barang menjadi langka dipasaran karena para konsumen cemas dengan kenaikan harga barang di keesokan harinya sehingga mereka terkena syndrom "hoarding of goods" ( menimbun barang-barang/penimbunan ). Karena mereka lebih tenang menyimpan barang-barang kebutuhan daripada uang. Karena berganti bulan berganti pula harga sehingga menyimpan uang sama dengan menyimpan masalah. Hal ini seperti ini sedang terjadi di Zimbabwe saat ini. Sungguh sangat mengerikan dampak dari hyperinflasi ini.

Sebagai contoh, seorang pemuda memegang uang kertas pecahan 50 Milyar Dollar Zimbabwe. Dengan uang kertas nominal sebesar itu, hanya bisa dibelikan 1 kotak korek api. Harga 1 botol Coca Cola adalah 300 Milyar Dollar Zimbabwe. Bayangkan saja!

Ketika uang kertas sudah mulai tidak berlaku, sebagai gantinya mereka hanya menggunakan emas. Mereka menambang emas, dan untuk bisa makan sehari mereka harus bisa mencari emas setidaknya 0.3 gram sehari.

TABEL INFLATION RATE INDONESIA







inflasi Indonesia







Dari tahun 1980 hingga 2008, tingkat inflasi tahunan rata-rata di Indonesia adalah 11,1%. Dalam kurun waktu tersebut, tingkat inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998, yaitu 77,5% yang disebabkan oleh krisis moneter yang melanda negeri ini.


Apa dampak inflasi terhadap harga-harga di pasaran? 

Coba kita buat gambaran secara umum, tidak perlu pakai istilah ekonomi yang susah. Saat ini (2009) kalau kita makan siang di warung, harga sepiring nasi plus lauk ( telur ) adalah Rp.5000. Kalau plus teh manis jadi 6 ribu rupiah. Coba anda ingat baik-baik harga sepiring nasi 5 tahun atau 10 tahun yang lalu katakanlah tahun 1999. Waktu itu saya masih kuliah di Semarang, sepiring nasi rames dengan telur masih antara 1500 rupiah sampai dengan 2000 rupiah dan bayar kos-kosan masih 25 ribu perbulan.

Katakanlah saat ini usia anda 30 tahun dan bekerja di perusahaan swasta. Anda masih memiliki 25 tahun masa kerja sebelum pensiun. Dengan asumsi tingkat inflasi sebesar 11.1% pertahun maka harga sepiring nasi yang sekarang 6000 Rupiah, maka 25 tahun lagi saat anda pensiun, harga sepiring nasi menjadi 75 ribu Rupiah. Angka tadi baru hasil perkiraan minimum setelah saya kalkulasi dengan Excel. Bisa jadi harga sepiring nasi 100 ribu rupiah. Mengejutkan sekali bukan? Kalau saat ini untuk biaya makan sebulan Rp.1.500.000 , maka 25 tahun lagi biaya untuk makan menjadi Rp.18.300.000 perbulan. Itu baru untuk kebutuhan hidup pokok yaitu makan. Berapakah total biaya yang anda habiskan perbulan saat ini? Rata-rata saat ini untuk hidup layak, dibutuhkan sekitar 5 juta perbulan. Itu sudah layak dengan catatan anda tidak memiliki hutang sehingga anda bisa menabung. 25 tahun yang akan datang setidaknya untuk bisa hidup dengan standard hidup layak, andak membutuhkan penghasilan sebesar 60 juta perbulan. 

Apakah saat ini anda ikut program JHT atau semacam program pensiun? Berapa kira-kira yang akan anda dapat saat pensiun nanti? Cukupkah untuk memenuhi kebutuhan hidup anda sebulan? Tentu sebagian besar akan ragu dan pesimis.
Saat ini kita tidak perlu membahas kelemahan uang kertas atau menyalahkan penggunaan uang kertas, yang paling penting saat ini adalah bagaimana caranya mengamankan harta kita dari dampak inflasi. Tentunya dengan investasi. Bisa berinvestasi dengan saham, tanah, ataupun emas. Harga tanah tiap tahun juga mengalami kenaikan, kalau anda tidak bermaksud menjual anda pun bisa menyewakannya atau memfungsikan untuk agrobisnis. Kalau anda membeli emas, maka bisa dipastikan harga emas makin mahal. Mahalnya emas bisa disebabkan oleh makin langkanya sumber daya emas, tidak imbangnya supply dan demand, dan tidak percayanya masyarakat terhadap uang kertas. Dan besarnya kenaikah harga emas bisa diluar perkiraan kita, karena emas merupakan sarana lindung nilai ( Hedging ) dan pembelinya adalah masyarakat di seluruh dunia bahkan bank-bank central memborong emas untuk cadangan devisa negara mereka. Emas mendapat gelar Zero Inflation. Karena nilainya tetap dari masa ke masa. Zaman Nabi 2000 tahun yang lalu harga seekor kambing 1 Dinar, sekarang masih 1 Dinar. Sama bukan? Karena dinar itu emas.
Saran saya, berpikirlah kedepan. Siapkan tabungan hari tua, pendidikan anak, dan masa depan keluarga dengan berinvestasi. Kerja keras selagi muda, dan nikmati masa tua.

Sumber:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi
2.http://www.ayo-investasi.com/inflasi.html

Selasa, 22 Mei 2012

puisi



Hinga nati terpati di hati

malam yang sunyi …
tanpa bintang dan rembulan yang bersinar terang …
seperti menggambarkan hati ku ini …
dan di temani mendung yang sangat tebal …
wahai gelombang samudra…
dengarlah jeritan hati ku yang sunyi ini …
keluarkan aku dari hitamnya hari demi hari ini ….
bawalah aku dari sunyuinya hati ini ….
akan kah ada seorang kekasih yang sunguh mencintaiku ….
bukan kekasih yang tinggalkan ku disaat kegundahan ….
adakah cinta abadi untuk ku …
cinta yang ter patri di hati ku selamanya …
tapi mengapa semua sepeti mimpi ...
begitu banyak yang tak baik ...
ingin bersyukur tapi tak semudah tutur ...
hati ini pun akhirnya berhenti di dermaga sepi ...

aku hanya ingin ketulusan cinta …
aku hanya mendamba kebahagiaan dari cinta …
aku hanya berharap kesetiaan yang abadi …
datang pada ku hari ini, esok, dan seterusnya ….
Hingga nanti terpatri di hati ku ....


Jumat, 04 Mei 2012

Analisis aensitivitas dan analisis titik impas

ANALISIS SENSITIVITAS


Analisis sensitivitas merupakan analisis yang berkaitan dengan perubahan diskrit parameter untuk melihat berapa besar perubahan dapat ditolerir sebelum solusi optimum mulai kehilangan optimalitasnya. Jika suatu perubahan kecil dalam parameter menyebabkan perubahan drastis dalam solusi, dikatakan bahwa solusi sangat sensitive terhadap nilai parameter tersebut. Sebaliknya, jika perubahan parameter tidak mempunyai pengaruh besar terhadap solusi dikatakan solusi relative insensitive terhadap nilai parameter itu.
Dalam membicarakan analisis sensitivitas, perubahan-perubahan parameter dikelompokan menjadi:
1. Perubahan koefisien fungsi tujuan
2. Perubahan konstan sisi kanan
3. Perubahan batasan atau kendala
4. Penambahan variable baru
5. Penambahan batasan atau kendala baru.



                                        ANALISIS SENSITIVITAS
(SENSITIVITY ANALYSIS)
















Analisis sensitivitas merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui akibat dari perubahan parameter-parameter produksi terhadap perubahan kinerja sistem produksi dalam menghasilkan keuntungan.


Dengan melakukan analisis sensitivitas maka akibat yang mungkin terjadi dari perubahan-perubahan tersebut dapat diketahui dan diantisipasi sebelumnya.


Contoh:
- Perubahan biaya produksi dapat mempengaruhi tingkat kelayakan









Alasan dilakukannya analisis sensitivitas adalah untuk mengantisipasi adanya perubahan-perubahan berikut:


1.
Adanya cost overrun, yaitu kenaikan biaya-biaya, seperti biaya konstruksi, biaya bahan-baku, produksi, dsb.


2.
Penurunan produktivitas


3.
Mundurnya jadwal pelaksanaan proyek


Setelah melakukan analisis dapat diketahui seberapa jauh dampak perubahan tersebut terhadap kelayakan proyek: pada tingkat mana proyek masih layak dilaksanakan.









Analisis sensitivitas dilakukan dengan menghitung IRR, NPV, B/C ratio, dan payback period pada beberapa skenario perubahan yang mungkin terjadi.
Mudah dilakukan dalam software spreadsheet.


















Text Box: Contoh soal

Sebuah penggilingan padi mempunyai arus kas seperti terlihat pada tabel 6.12. Pada tabel tersebut juga telah dilakukan penyelesaian dengan menghitung nilai NPV, IRR dan B/C. Analisis dilakukan pada tingkat discount factor 15% per tahun.



Tabel 6.12. Analisis penggilingan padi (dalam ribu Rp)



Tahun C B B-C DF 15% NPV 15% DF 30% NPV 30% DF 50%  NPV 50%

0 5000 0 -5000 1 -5000 1 -5000 1 -5000

1 3000 4000 1000 0.87 870 0.769 769 0.667 667

2 2500 4000 1500 0.756 1134 0.592 888 0.444 666

3 2500 5000 2500 0.658 1645 0.455 1137.5 0.296 740

4 2000 5000 3000 0.572 1716 0.35 1050 0.198 594

5 2000 5000 3000 0.497 1491 0.269 807 0.132 396

6 2000 5000 3000 0.432 1296 0.207 621 0.088 264

7 2000 5000 3000 0.376 1128 0.159 477 0.059 177

8 2000 7000 5000 0.327 1635 0.123 615 0.039 195

    NPV =  5915  1364.5  -1301

Hasil analisis:

NPV (pada tingkat discount rate 15% per tahun) = Rp 5915

Net B/C =    

   =  2.183

IRR    = 30 +  

  = 40.24%

Setelah pelaksanaan terjadi perubahan dalam biaya operasi, yang besarnya 30% dari perhitungan biaya semula. Setelah dilakukan analisis sensitivitas, maka hasil analisis disajikan pada Tabel 6.13.

Tabel 6.13. Analisis penggilingan padi (dalam ribu Rp) setelah terjadi perubahan biaya

Tahun C B B-C DF 15% NPV 15% DF 30% NPV 30%

0 5000 0 -5000 1 -5000 1 -5000

1 3900 4000 100 0.87 87 0.769 76.9

2 3250 4000 750 0.756 567 0.592 444

3 3250 5000 1750 0.658 1151.5 0.455 796.25

4 2600 5000 2400 0.572 1372.8 0.35 840

5 2600 5000 2400 0.497 1192.8 0.269 645.6

6 2600 5000 2400 0.432 1036.8 0.207 496.8

7 2600 5000 2400 0.376 902.4 0.159 381.6

8 2600 7000 4400 0.327 1438.8 0.123 541.2

    NPV =  2749.1  -777.65

Hasil analisis:

NPV (pada tingkat discount rate 15% per tahun) = Rp 5915000

Net B/C =  

  = 1.55

IRR    = 15 +  

  = 29.59%

Setelah dilakukan analisis sensitivitas ternyata ada perubahan hasil yaitu penurunan nilai NPV, B/C, dan IRR. Penurunan yang terjadi masih di atas batas kelayakan, sehingga perusahaan penggilingan padi tersebut masih layak untuk diteruskan dalam kondisi peningkatan biaya seperti di atas.































 
PENGERTIAN TITIK IMPAS

Anlisis titik impas atau analisis break-even point diperlukan untuk mengetahui hubunganantara volume produksi, volume penjualan, harga jual, biaya produksi, biaya lainnya baik bersifattetap maupun variable, dan laba atau rugi. Oleh karena itu, analisis titik impas ini sering di sebutcost-volume-profit analisis. Analisis titik impas hanya di perlukan bagi perusahaan-perusahaanyang dalam menyelenggarakan oprasinya harus menanggung beban tetap, yaitu berupa biaya tetapdisamping adanya biaya variable yang harus ditutup dari hasil penjualan.Analisis titik impas dapat dijadikan sebagai pengganti untuk meramalkan suatu faktor yangtidak diketahui dalam membuat keputusan proyek. Jika hampir seluruh pengeluaran diketahui, duavariabel yang lain yaitu laba dan permintaan, bisa bervariasi. Analisis ini dapat membantumenentukan aliran kas, tingkat permintaan yang dibutuhkan, serta kombinasi harga dan permintaanmana yang memperbesar kemungkinan untuk memperoleh keuntungan.Pada titik impas keseluruhan hasil penjualann, setelah dikurangi dengan keseluruhan biayavariable, hanya cukup untuk menutup keseluruhan biaya tetap saja, tidak terdapat sisa yangmerupakan keuntunggan. Bagian hasil pengurangan biaya
Contribution margin
ini disediakan untuk menutup biaya tetap. Impas terjadi bila
Contribution margin
sama dengan biaya tetap. Laba terjadi bila
Contribution margin
lebih kecil dari pada biaya tetap. Jadi dapat disimpulkan bahwa analisistitiik impas adalah suatu cara yang digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk mengetahui atauuntuk merencanakan pada volume produksi atau volume penjualan berapakah perusahaan yang bersangkutan memperoleh keuntungan atau menderita kerugian.

  
Contoh Analisis Titik Impas :

Biaya Tetap dibagi dengan (Pendapatan per unit - Biaya variabel per unit)
Biaya tetap adalah biaya yang harus dibayar atau tidak setiap unit yang dihasilkan. Biaya tersebut "tetap" selama jangka waktu tertentu atau kisaran produksi.
Biaya variabel adalah biaya yang bervariasi secara langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya, biaya material yang diperlukan dan tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi unit tidak selalu sama.

Sebagai contoh, misalkan biaya tetap untuk memproduksi 100.000 widget adalah $ 30.000 setahun.
Biaya variabel adalah bahan $ 2,20, $ 4,00 kerja, dan overhead $ 0,80, dengan total sebesar $ 7.00.
Jika Anda memilih harga jual $ 12,00 untuk setiap widget, maka:
$ 30.000 dibagi dengan ($ 12,00-7,00) sama dengan 6000 unit.
Ini adalah jumlah widget yang harus dijual dengan harga jual $ 12,00 sebelum bisnis Anda akan mulai untuk membuat keuntungan.

sumber : http://aliffathurrochman12.blogspot.com/2010/01/analisis-sensitivitas.html
              http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/ekotek/Minggu_14/M14B1.htm
              http://www.scribd.com/doc/58239449/Analisis-Titik-Impas